10 December 2013

Review Kelebihan dan Kelemahan Sony Xperia C




Saat ini smartphone dengan layar berukuran besar tidak lagi identik dengan harga mahal. Beberapa pabrikan sudah membuktikannya. Kali ini Sony meluncurkan Xperia C, yakni sebuah smartphone berlayar 5 inci yang juga merupakan perangkat pertama Sony dengan chip Mediatek. Inilah sekilas spek dari Sony Xperia C:

Kelebihan dan Kelemahan Sony Xperia C
Sony Xperia C

Layar 5 inci qHD (960x540 piksel), kerapatan 220ppi
Dual SIM GSM
SoC Mediatek MT6589 quadcore 1,2 GHz, GPU PowerVR SGX544
RAM 1GB, storage 4GB, slot micro SD
Android 4.2.2 Jelly Bean
Kamera 8MP, perekam video 1080p, kamera depan VGA
Baterai 2390mAh


Impresi Desain dan Material, Kualitas Layar
Xperia C memiliki warisan desain yang khas Sony, seperti sudut-sudut yang tajam, tombol power/lock yang khas dan frame yang mengelilingi ponsel. Bagian depan ponsel putih glossy hitam, sementara frame samping dan belakang berwarna ungu. Bagian belakang adalah bahan plastik doff, dan ternyata bagian belakang dengan frame samping ponsel ini merupakan satu kesatuan yang dapat dipisahkan dengan ponsel. Karena itu, cara membukanya agak menyusahkan dan tidak semudah membuka kover belakang pada ponsel lain. Sebelum membukanya, pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan yang disertakan terlebih dulu. Tempat memasukkan dua buah kartu SIM dan slot micro SD ada di balik kover belakang, namun baterai tetap tidak removable.

Layar Xperia C tidak istimewa. Meski dari viewing angle cenderung bagus bahkan di atas flagship Sony Xperia Z, warnanya bisa dibilang kurang cemerlang. Tidak nonjok / punchy istilahnya. Apalagi tidak dilengkapi Bravia Engine sehingga foto yang muncul apa adanya, tidak di-enhance terlebih dulu secara real time oleh ponsel. Yang paling terasa kurang adalah warna putih yang muncul agak kekuningan, sementara warna hitam yang muncul dirasa cukup pekat. Soal resolusi, meskipun saat ini 220ppi dianggap kurang tajam, namun paling tidak layar Xperia C lebih tajam daripada pesaingnya seperti Galaxy Mega 5.8 dan LG G Pro Lite, meski keduanya memiliki layar lebih besar dengan resolusi setara.


Antar Muka Sony Xperia C
Pada dasarnya, antarmuka seluruh ponsel Sony hampir identik, untuk seri menengah sampai seri kelas atas. Kita mulai dari lockscreen, disini Anda bisa menggunakan wallpaper tersendiri, yang berbeda dari wallpaper pada Homescreen. Di lockscreen ada akses pintas kamera dengan menggeser ke sebelah kanan pada bar di atas, geser kiri untuk akses ke widget yang bisa ditambahkan widget Calendar, Digital Clock, Email, Gmail dan Google Now. Anda bisa langsung mengakses bar notifikasi dari halaman lockscreen ini. Bar notifikasi pada Xperia C memiliki quick toggle untuk: suara (profil), bluetooth, Wifi dan paket data, serta akses ke Setting.

Secara keseluruhan, desain antarmuka Xperia C cukup bagus, meski minim fitur namun justru mudah digunakan karena simpel. Lebih lengkapnya simak video berikut:


Kamera dan perekam video Sony Xperia C
Kamera 8 megapiksel sudah menjadi standar untuk ponsel kelas menengah, termasuk Xperia C. Sensor kameranya dilengkapi dengan Exmor R untuk mendapatkan cahaya lebih banyak dari sensor standar. Adanya tombol shutter kamera sangat memudahkan pengoperasian kamera. Dengan memanfaatkan tombol shutter kamera dan fitur Quick Launch, Anda bisa dengan mudah menggunakan kamera, dari menu apapun atau ketika sedang membuka apps lain. Quick Launch ini memiliki beberapa pengaturan yakni: langsung jepret foto begitu menahan tombol kamera dari aplikasi lain, langsung rekam video, ataupun hanya sekedar membuka aplikasi kamera saja. Antarmuka kamera pada Xperia C menjadi satu dengan perekam video. Sementara antarmukanya cukup simpel dan sangat jelas, tidak bertele-tele. Ada beberapa mode yang hadir, seperti: Normal, Video Camera, Picture Effect, Sweep Panorama, Scene Selection, Frame Camera dan Frame Video. Fiturnya pun cukup banyak, antara lain:


Pemutar Musik Sony Xperia C
Menggunakan aplikasi Walkman, tampilan maupun fiturnya tidak beda jauh dengan smartphone Xperia kelas menengah lain. Lagu-lagu dibagi menjadi beberapa kategori seperti track, album, artist, playlist, SensMe channel, My Favourite dan Friend's Music (melihat musik yang di-share teman Anda di Facebook). Ada fitur visualizer dengan berbagai tema yang menarik, sebagai pendamping album art. Ada beberapa fitur untuk memperbagus keluaran suara, seperti Clear Audio+, pengaturan ekualiser, Clear Bass, dan Surround Sound. Sementara untuk pengaturan loudspeaker, ada fitur Clear Phase dan xLOUD. Ada fitur FM Radio, namun seperti biasa Anda harus menggunakan headset sebagai antena penerima gelombang radio.


Konektivitas
Dual SIM GSM
HSDPA, 42.2 Mbps, HSUPA, 11.5 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot
Bluetooth 4.0
Micro USB

Hasil Tes Benchmark Sony Xperia C
Antutu: 13622
Quadrant Standard: 4906 poin
Nenamark 2: 62,3 fps
Multitouch Tester: maksimal 5 sentuhan

Daya Tahan Baterai Sony Xperia C
Berkurang 16 persen dalam waktu 2 jam 34 menit untuk mengambil screenshot. Tingkat kecerahan layar 50 persen, internet menggunakan Wifi, GSM tidak aktif.

Kesimpulan
Sebagai sebuah smartphone kelas menengah, apa yang bisa Anda dapatkan dengan harga Rp. 3,4 juta dari Xperia C tidaklah berbeda jauh dengan pesaing di rentang harga yang sama. Dibanding merk-merk vendor besar seperti Samsung Galaxy Grand Duos, Galaxy Mega 5.8 dan LG G Pro Lite, Xperia C bisa dibilang kalah di ukuran layar saja, sisanya sebanding atau lebih baik. Namun alternatif dari vendor yang lebih kecil cukup kuat, seperti Lenovo S920, S820 dan P780. Semuanya menggunakan chipset yang sama dengan Xperia C (Mediatek quadcore 1.2GHz). Untuk P780 (Rp. 3,7 juta), bahkan layarnya sudah HD 720p. Alternatif dari sesama Sony pun ada dan tidak kalah menarik, seperti Xperia SP dan Xperia TX, keduanya berlayar lebih kecil namun sudah HD. Pilihan ada di tangan Anda.

Kelebihan Sony Xperia C
Desain relatif cantik dan menarik dibanding kompetitor
Performa memuaskan
slot Micro SD
Pemutar musik memiliki keluaran suara dan fitur berkualitas

Kekurangan Sony Xperia C
Kualitas layar standar
Casing belakang bahannya mudah kotor dan sukar dibersihkan
Baterai tidak removable



0 komentar:

Post a Comment

 
eko77